DARMA INTERNET

darmanet.wordpress.com

Orang Dewasa Juga Bisa Ngompol April 21, 2010

Filed under: Uncategorized — darmanet @ 4:24 am
Tags: , , , , ,

Jakarta, Tidak bisa mengontrol aliran urin alias ngompol biasanya sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Tapi ternyata tak hanya anak-anak, bahkan orang dewasa pun bisa mengompol.

Mengompol atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan enuresis, bukanlah hal yang wajar bila terjadi pada individu dewasa. Ada banyak faktor kesehatan yang dapat menyebabkan enuresis, termasuk kasus serius seperti kanker dan diabetes.

Menurut National Association for Continence, setidaknya ada dua persen individu dewasa yang mengalami enuresis. Dan enuresis dibedakan menjadi dua jenis, yaitu nocturnal enuresis (mengompol di malam hari atau saat tidur) dan diurnal enuresis (mengompol di siang hari).

Seperti dilansir dari Ehow, Rabu (21/4/2010), ada beberapa penyebab terjadinya mengompol di malam hari atau nocturnal enuresis, antara lain:

1. Genetika
Genetik dapat berperan dalam nocturnal enuresis. Walaupun ini tidak selalu menjadi penyebab utama, tapi menurut National Association for Continence, jika anak memiliki kedua orangtua yang enuresis saat kecil, dapat meningkatkan 77 persen risiko enuresis saat dia dewasa.

Anak yang doyan ngompol saat kecil juga bisa mengalami nocturnal enuresis saat dewasa.

2. Alkohol
Jika seseorang sering mengonsumsi alkohol, maka produksi hormon vasopresin (hormon yang mengatur pengeluaran urin) yang dihasilkan dalam tubuh akan berkurang.

Alhasil, bila kandung kemih mulai terisi, tidak ada hormon yang mampu mengaturnya dan harus segera dikosongkan dengan pengeluaran urin. Dan biasanya seseorang yang tertidur pulas tidak menyadari dan akhirnya mengompol.

3. Diabetes
Tubuh menghasilkan hormon yang disebut dengan antidiuretic atau ADH, yang mengontrol ginjal jika tubuh perlu menurunkan produksi urin. Kebanyakan hormon ini diproduksi pada malam hari untuk mengurangi jumlah urin.

Pada penderita diabetes tipe II, hormon ini menjadi abnormal dan dapat menyebabkan jumlah urin berlebih. Terkadang tubuh dapat memproduksi hormon ini, tetapi ginjal tidak memproses informasinya, dan pengaliran urin tetap terjadi.

4. Kandung kemih kecil
Kandung kemih kecil bukan berarti organnya yang kecil, tetapi lebih ke kapasitas penampungannya. Kandung kemih berfungsi menampung urin. Jika jumlahnya melebihi kapasitas dan tidak mampu menahan, menyebabkan otot-otot pada kandung kemih tegang, yang kemudian menyebabkan buang air kecil berlebih.

5. Penyebab lainnya
Penyebab lain dari nocturnal enuresis ini adalah adanya infeksi saluran kemih, batu ginjal, pembesaran prostat, apnea tidur dan efek samping obat. Kadang-kadang kecemasan atau gangguan emosional juga dapat menyebabkan mengompol. Dan yang paling serius adalah kanker kandung kemih.

Sedangkan penyebab mengompol di siang hari atau diurnal enuresis, seperti dilansir dari Buzzle, hampir sama dengan kasus mengompol di malam hari. Antara lain sembelit, stres, infeksi saluran kemih dan anatomi kandung kemih abnormal atau kandung kemih kecil.

Penyebab lainnya seperti pengosongan kandung kemih yang tidak penuh, sindrom kandung kemih mdan gangguan kandung kemih terlalu aktif.

Pengobatan

Untuk pengobatannya, dengan meminimalkan jumlah cairan yang diminum sebelum tidur dapat membantu mengurangi jumlah cairan di kandung kemih. Selain itu, membatasi konsumsi alkohol atau kafein juga dapat membantu.

Pelatihan volume kandung kemih juga dapat dilakukan, yaitu dengan meminum sangat sedikit cairan dan menahan diri untuk buang air kecil setidaknya selama tiga jam.

Jika Anda mengalaminya kasus ini, segeralah mencari bantuan medis untuk didiagnosa dan mencari penyebabnya, karena mengompol di siang hari ataupun malam hari bisa jadi disebabkan oleh sesuatu yang serius seperti kanker.

Merry Wahyuningsih – detikHealth
(mer/ir)

 

A Women Like You Februari 9, 2010

SORE itu beberapa Mahasiswa masih asyik nongkrong di parkiran kampus. Ada yang lagi ngegosip, ngomong serius, curhat, ada juga yang lagi ngebahas masalah bangsa tentang ideologi, politik, sosial, budaya, pertahanan, keamanan dan fashion. Jam setengah enam sore, Tejo ama pacar barunya, Surti, asik haha-hihi di kantin kampus.

Tejo udah ngabisin 10 bungkus camilan sedangkan Surti cuman bengong ngeliatin si Tejo, “Pesen apa lagi, Jo?” tanya Surti.

“Apapun makanannya minumnya tetep, Botol Teh Sosro” jawab Tejo singkat.

Surti adalah mahasiswi Fakultas Hukum semester 4. Pertama kali kenal Tejo pas ada demo di pengadilan negeri. Waktu itu Tejo terpesona dengan gaya Surti yang cool abis waktu bacain tuntutan. Kebetulan sekali Tejo yang hari itu datang ke pengadilan buat nebus SIM ama STNK nya yang ditahan gara-gara kena tilang dua minggu sebelumnya di pos polisi di depan Matahari.

Tejo, mahasiswa Fakultas Ekonomi semester 6 itu pun, yang kelewat PD nya, kenalan ama Surti. Singkatnya, sesudah bayar 30.000 ke calo di pengadilan, SIM ama STNK nya come back. Tejo dan Surti pun saling terpesona.

***

Dua bulan sudah tejo dan Surti jadian. Masa-masa indah ternyata nggak berlangsung lama. Memasuki bulan ketiga, bulan yang manis pun berakhir. Kayaknya dua bulan waktu yang lebih dari cukup bagi Surti. Senin kemarin, Surti mutusin Tejo tanpa sebab yang jelas. Dan tentu keputusan Surti nggak bisa diganggu gugat. Tejo pun cuman bisa mengenang sang bidadari lewat kepulan asap Gudang Garam filternya yang tinggal sebatang.

Disaat Tejo menikmati sendirinya, pernah terpikir untuk gantung diri di bawah pohon tomat . Tapi berhubung rokok Gudang Garam Filter masih bisa dibeli eceran, Tejo pun ngurungin niatnya untuk gantung diri. Tejo sempat tersadar bahwa apa yang dicarinya bukanlah cinta seorang wanita melainkan rokok eceran.

Suatu hari Tejo dateng ke kostnya Partok, sohibnya yang jago ramal itu. Dengan muka dilipet enam belas, kaos belel dipadu dengan Blue jeans yang udah tiga bulan nggak dicuci, Tejo minta diramalin tentang kisah asmaranya dengan Surti. Sebenarnya Tejo ingin balik dengan surti, tapi Tejo sedikit nggak PD (bukan berarti banyak PD nya).

Alhasil, rasa itu terpendam sesaat dan bersaat-saat. Seperti itulah, rasa yang terpendam itu kalo gak meleleh ya meledak. Sama aja bukan?

“Tok, bantuin aku donk”

“Bantuin apa? Jawab Partok sambil menyalakan rokok (yang juga belinya eceran).

“Hmmmmm..”

“Masalah cewek yah?” Potong Partok.

“Iya nich” jawab Tejo sambil ngupil.

Saat itu juga jadilah Partok sang peramal dadakan merangkap penasehat spiritual yang nggak jelas eksistensinya, yang buka praktek kalo lagi Happy, dan perlu disuap dulu sebelum nyelidikin suatu kasus, maklum Partok termasuk tipe cowok setia.. (apa hubungan nya coba?)

Hari semakin sore dan gelap, diiringi lagu “terlena”nya Ikke nurjanah, ramalan berjalan demikian serius ampe berius-rius. Bahasa kartu makin tak menentu. Sudah puluhan kartu di bolak-balik tapi masih ketemunya jalan buntu. Semua jurus warisan pendekar syair berdarah udah dikeluarin. Lagi-lagi gak cukup walau dengan seribu puisi. Tejo yang punya masalah malah makin penasaran en pengen terus diramal.

Partok makin gerah aja. Keringat dingin mulai keluar dari jidatnya. “ini sich nyiksa namanya” geram Partok dalam hati. Mungkin karena Partok belum mandi, jurus pamungkasnya pun gak berkutik di hadapan kartu. Dua jam bahasa kartu masih juga tak menentu. Jelas gak ada juntrungannya kalo gini terus.

Akhirnya dengan segenap kemampuan yang ada dan segala upaya yang masih tersisa, Partok memanipulasi kartu demi mempercepat jalannya ramalan. Dengan sekejap kartu-kartu disusun dengan sedemikian rupa, lepas dari semua tekanan yang merugikan masyarakat, Partok merangkainya dengan indah.

Jadilah sudah jawaban palsu hasil dari ramuan maut ala misterius. Jawabannya pun cespleng, asli tokcer..(Pak Oles pun kalah tokcer), 99% fiktif belaka dan nggak bisa dipertanggungjawabkan di hadapan publik. Bla…bla…bla…

Kesimpulannya juga rekayasa dusta alias omong kosong. Partok bilang, “Harapan terbuka lebar (..selebar daun kelor ). Surti masih menyimpan rindu.”

Tejo tersenyum bahagia mendengar kalimat itu yang sebenarnya cuman khayalan semu. Tejo pun pulang dengan hati yang berbunga-bunga.

(Mungkin bersambung…)

(Sumber : elgibrany.blogsome.com)

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.