DARMA INTERNET

darmanet.wordpress.com

Gubug Makan Mang Engking Bali Februari 9, 2010

Gubug Makan Mang Engking kini hadir di Denpasar, Bali.
Gubug Makan Mang Engking Bali adalah sebuah rumah makan yang bernuansa alam pedesaan di tengah – tengah hiruk pikuknya kota denpasar dan kuta, dengan arsitektur bangunan tradisional yang berciri khas sunda dikelilingi oleh kolam ikan yang luas,  yang menyajikan makanan khas Sunda dengan bahan – bahan yang segar.
Kami menyediakan udang hidup, gurame hidup dan kepiting hidup, cumi – cumi segar kami beli dari pasar ikan jimbaran dan sayur mayur segar kami datangkan dari bedugul setiap hari.
Pelayan – pelayan kami adalah pelayan – pelayan pilihan dan terlatih yang siap memberikan pelayanan kepada tamu – tamu kami dengan senyum yang ramah dan tepat waktu.
Gubug Makan Mang Engking Bali menjamin kepuasan setiap tamu-tamu dengan mengedepankan mutu pelayanan yang ramah, makanan dengan cita rasa yang tinggi dan enak, serta suasana makan yang nyaman.
Gubug Makan Mang Engking Bali bukan hanya sebuah Rumah Makan tapi juga tempat rekreasi yang sangat  nyaman dengan fasilitas yang lengkap, tersedia juga tempat main anak-anak dan tempat parkir yang luas.

Untuk itu, jangan lewatkan liburan anda, datang dan nikmati makan siang ataupun makan malam anda di Gubug Makan Mang Engking Bali.

**

Sekilas Tentang Pendirinya : Mang Engking Sodikin

Engking Sodikin (45) atau lebih dikenal Mang Engking, adalah pemilik dari Gubug Makan Mang Engking, sebuah rumah makan khas  pedesaan dengan nuansa alam dengan ciri gubug diatas kolam budidaya udang dan ikan air tawar. Mang Engking berasal dari Tasik Malaya, berawal dari kehidupan yang sederhana, di tahun 1996 Mang Engking dan keluarga hijrah ke Yogyakarta untuk mengembangkan keahliannya dalam bidang budidaya udang galah dan ikan air tawar. Keahlian tersebut didapatnya secara turun temurun dari keluarganya.
Sebelumnya dia memasarkan udang galah tersebut sebagai pasokan restoran dan hotel – hotel di Bali, tapi karena terjadi tragedi Bom Bali I, ia cukup sulit memasarkan udang galahnya masuk ke Bali.

Ketika berprofesi sebagai pembudidaya udang dan ikan air tawar, secara tidak sengaja banyak orang yang suka memancing ke kolam Mang Engking, mereka suka menghabiskan waktu hingga larut, sehingga banyak yang minta hasil pancingan mereka untuk dimasak oleh istri Mang Engking, dan pada akhirnya timbul gubug – gubug diatas kolam tersebut yang terkenal dengan sebutan Gubug Makan Mang Engking.

Saking banyaknya tamu-tamu yang ingin menikmati makan di Gubug Makan Mang Engking, maka Mang Engking membuka cabang di beberapa kota yang lain. Hingga kini Mang Engking sudah mempunyai 6 cabang, yaitu di Soragan-Yogyakarta, Pandaan – Jawa Timur, Depok – Jawa Barat, Cibubur – Jakarta, dan Denpasar – Bali.

Gubug Makan Mang Engking mempunyai standar tinggi terhadap Udang budidayanya, cita rasa yang tinggi terhadap menu-menu masakannya dan konsisten terhadap standar tinggi yang dipatoknya.

mangengking

 

Pangandaran (Doel Sumbang) Januari 30, 2010

Filed under: Musik dan Lagu — elgibrany @ 6:07 am
Tags: , , ,

Harita basa usum halodo panjang
Calik paduduaan
Dina samak salambar
Hmmm.. saksina bulan anu sapotong
Hmmm.. saksina bentang anu baranang

Aya kasono aya katresna
Aya kadeudeuh aya kanyaah
Ngabagi rasa bungah jeung bagja duaan
Aya kasono aya katresna
Aya kadeudeuh aya kanyaah
Ngabagi rasa bungah jeung bagja duaan
Sisi laut Pangandaran?

Tina ati pada pada kedal jangji
Urang silih asuh silih asih silih jadi
Deg ngadegkeun arti asih saenyana
Deg ngadegkeun arti deudeuh saenyana
Ulah dugika rasa katresna
Kerep ngagedur ukur amarah
Nu balukarna nuntun kana jalan salah
Sisi laut Pangandaran?

Reup dicanggreud hate geus pageuh kabeungkeut
Sisi laut Pangandaran
Reup dicangkrem beuki rapet beuki deudeuh
Sisi laut Pangandaran

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.