Cegah Penyakit, Warga Brasil Diminta Aktif Berhubungan Seks

Brasil, Hubungan seks yang sehat adalah obat terbaik untuk menjaga kesehatan. Karena itulah Menteri Kesehatan Brasil meminta masyarakat untuk lebih banyak berhubungan seks demi pencegahan penyakit.

Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan Brasil saat melakukan kampanye mencegah tekanan darah tinggi, yang menimpa seperempat dari 190 juta penduduk Brasil.

“Masyarakat Brasil harus bisa melawan penyakit-penyakit kronis dengan melakukan latihan fisik secara teratur, dan khususnya melakukan hubungan seks,” kata Jose Gomes Temporao, Menteri Kesehatan Brasil, seperti dilansir dari Telegraph, Selasa (27/4/2010).

Menurutnya, orang-orang Brasil harus aktif. Tidak hanya dalam pertandingan sepak bola, tetapi untuk orang dewasa juga perlu melakukan latihan lain, seperti berjalan, menari dan berhubungan seks yang aman.

“Ini bukan lelucon. Ini serius. Melakukan latihan fisik secara teratur, termasuk seks, dapat melindungi tubuh kita,” kata Temporao, mempertegas pernyataannya yang tidak biasa.

Menari, berhubungan seks, menjaga berat badan, mengubah kebiasaan makan dan melakukan latihan fisik lainnya dapat menurunkan tekanan darah yang tinggi.

Dia juga menambahkan, ada ‘bom waktu’ yang berjalan mundur di Brasil. Dalam waktu 20 tahun bisa terlihat bagai ‘raksasa’ dari populasi yang menderita penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol tinggi.

Seperti dilansir buzzle, Selasa (27/4/2010), ada beragam manfaat yang didapatkan dari kegiatan seks:

1. Seks menjaga jantung tetap sehat
Menurut studi yang dilakukan Queens University di Belfast, melakukan seks 3 kali dalam seminggu dapat mengurangi risiko serangan jantung atau stroke setengahnya.

2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Seks bisa meningkatkan level antibodi immunoglobulin A yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi virus dan bakteri. Seks juga bisa meningkatkan steroid alami yang dikenal dengan DHEA yang menjaga tubuh terbebas dari penyakit.

3. Menghambat proses penuaan
Seseorang bisa terlihat lebih muda 10 tahun dengan melakukan seks teratur 3 kali dalam seminggu. Seks juga bisa membuat kulit halus dan mengurangi keriput karena tetap terjaganya kadar estrogen. Setelah menopause kulit biasanya akan menjadi kering dan makin keriput karena kadar estrogen menurun. Nah, dengan melakukan seks rutin, maka hormon estrogen akan dilepaskan dan bisa bermanfaat menjaga kulit.

4. Terlihat lebih menarik
Melakukan seks selama 30 menit sama dengan membakar 150 kalori. Dengan begitu akan membantu mengurangi berat badan yang biasanya bertambah seiring dengan meningkatnya usia. Dengan berat badan yang terjaga seseorang akan terlihat lebih menarik.

Seks juga merupakan bentuk olahraga aerobik yang bisa mengencangkan kulit dengan memompa oksigen ke seluruh tubuh dan membuat sel-sel baru sehingga kulit tampak terlihat segar.

5. Seks adalah pelawan stres terbaik
Seks seperti olahraga yang meningkatkan denyut jantung dan membuat otak melepaskan zat-zat kimia baik yang bisa meningkatkan kadar serotonin. Hormon ini membuat mood (suasana hati) menjadi baik, menurunkan stres dan mengurangi depresi.

Seks juga membuat tidur lebih nyenyak karena setelah orgasme tubuh akan melepaskan hormon oksitosin dan endorfin. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Psychology Journal, orang yang berhubungan seks dalam 24 jam terakhir, biasanya bisa mengatasi stres yang dihadapi lebih baik.

6. Seks meningkatkan kualitas hidup dan hubungan
Kehidupan seks yang sehat bisa meningkatkan kualitas hidup dan hubungan yang lebih baik. Asalkan tanpa ada masalah seksual seperti disfungsi ereksi, ejakulasi dini, ukuran penis yang tidak memadai, tidak bisa orgasme yang semua itu terbukti bisa merugikan kehidupan seks. Setiap masalah dalam seks bisa menjadi bencana karena ada ketidakpuasan yang dialami salah satu pasangan.

Kehidupan seks yang tidak sehat juga bisa berdampak negatif yang membuat orang yang berpasangan semakin merasa jauh. Masalah seks seperti di atas sebenarnya bisa diatasi, baik dengan alat bantu maupun konsultasi untuk mengatasi gangguan seks.

7. Meningkatkan jumlah sperma
Semakin sering melakukan hubungan seks akan meningkatkan jumlah sperma dan membuat individu akan semakin merasa dekat dalam hubungan dengan pasangannya. Kualitas sperma yang bagus akan mempermudah seseorang mendapatkan keturunan.

(mer/ir)

Orang Dewasa Juga Bisa Ngompol

Jakarta, Tidak bisa mengontrol aliran urin alias ngompol biasanya sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Tapi ternyata tak hanya anak-anak, bahkan orang dewasa pun bisa mengompol.

Mengompol atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan enuresis, bukanlah hal yang wajar bila terjadi pada individu dewasa. Ada banyak faktor kesehatan yang dapat menyebabkan enuresis, termasuk kasus serius seperti kanker dan diabetes.

Menurut National Association for Continence, setidaknya ada dua persen individu dewasa yang mengalami enuresis. Dan enuresis dibedakan menjadi dua jenis, yaitu nocturnal enuresis (mengompol di malam hari atau saat tidur) dan diurnal enuresis (mengompol di siang hari).

Seperti dilansir dari Ehow, Rabu (21/4/2010), ada beberapa penyebab terjadinya mengompol di malam hari atau nocturnal enuresis, antara lain:

1. Genetika
Genetik dapat berperan dalam nocturnal enuresis. Walaupun ini tidak selalu menjadi penyebab utama, tapi menurut National Association for Continence, jika anak memiliki kedua orangtua yang enuresis saat kecil, dapat meningkatkan 77 persen risiko enuresis saat dia dewasa.

Anak yang doyan ngompol saat kecil juga bisa mengalami nocturnal enuresis saat dewasa.

2. Alkohol
Jika seseorang sering mengonsumsi alkohol, maka produksi hormon vasopresin (hormon yang mengatur pengeluaran urin) yang dihasilkan dalam tubuh akan berkurang.

Alhasil, bila kandung kemih mulai terisi, tidak ada hormon yang mampu mengaturnya dan harus segera dikosongkan dengan pengeluaran urin. Dan biasanya seseorang yang tertidur pulas tidak menyadari dan akhirnya mengompol.

3. Diabetes
Tubuh menghasilkan hormon yang disebut dengan antidiuretic atau ADH, yang mengontrol ginjal jika tubuh perlu menurunkan produksi urin. Kebanyakan hormon ini diproduksi pada malam hari untuk mengurangi jumlah urin.

Pada penderita diabetes tipe II, hormon ini menjadi abnormal dan dapat menyebabkan jumlah urin berlebih. Terkadang tubuh dapat memproduksi hormon ini, tetapi ginjal tidak memproses informasinya, dan pengaliran urin tetap terjadi.

4. Kandung kemih kecil
Kandung kemih kecil bukan berarti organnya yang kecil, tetapi lebih ke kapasitas penampungannya. Kandung kemih berfungsi menampung urin. Jika jumlahnya melebihi kapasitas dan tidak mampu menahan, menyebabkan otot-otot pada kandung kemih tegang, yang kemudian menyebabkan buang air kecil berlebih.

5. Penyebab lainnya
Penyebab lain dari nocturnal enuresis ini adalah adanya infeksi saluran kemih, batu ginjal, pembesaran prostat, apnea tidur dan efek samping obat. Kadang-kadang kecemasan atau gangguan emosional juga dapat menyebabkan mengompol. Dan yang paling serius adalah kanker kandung kemih.

Sedangkan penyebab mengompol di siang hari atau diurnal enuresis, seperti dilansir dari Buzzle, hampir sama dengan kasus mengompol di malam hari. Antara lain sembelit, stres, infeksi saluran kemih dan anatomi kandung kemih abnormal atau kandung kemih kecil.

Penyebab lainnya seperti pengosongan kandung kemih yang tidak penuh, sindrom kandung kemih mdan gangguan kandung kemih terlalu aktif.

Pengobatan

Untuk pengobatannya, dengan meminimalkan jumlah cairan yang diminum sebelum tidur dapat membantu mengurangi jumlah cairan di kandung kemih. Selain itu, membatasi konsumsi alkohol atau kafein juga dapat membantu.

Pelatihan volume kandung kemih juga dapat dilakukan, yaitu dengan meminum sangat sedikit cairan dan menahan diri untuk buang air kecil setidaknya selama tiga jam.

Jika Anda mengalaminya kasus ini, segeralah mencari bantuan medis untuk didiagnosa dan mencari penyebabnya, karena mengompol di siang hari ataupun malam hari bisa jadi disebabkan oleh sesuatu yang serius seperti kanker.

Merry Wahyuningsih – detikHealth
(mer/ir)

Ingin Berhenti Merokok? Hindari Minum Kopi

New York, Ngopi sambil merokok memang kegiatan paling nikmat bagi beberapa orang. Tak heran, karena kopi dan rokok adalah pasangan yang cocok, seperti halnya oreo dan susu. Jadi jika ingin berhenti merokok hindari minum kopi.

Jika Anda sedang dalam program berhenti merokok tapi tidak berhasil juga, mungkin itu karena makanan yang Anda makan memicu perasaan ingin merokok lagi dan lagi.

Sebuah studi tahun 2007 yang dipimpin McClernon dari Duke University Medical Center in Nicotine & Tobacco Research menyebutkan bahwa makanan sangat mempengaruhi kebiasaan merokok

Beberapa makanan dapat meningkatkan keinginan merokok dan beberapa lainnya bisa menghentikan kebiasaan merokok. Daging merah, alkohol dan kopi akan meningkatkan rasa enak rokok sedangkan sayuran, buah, susu dan minuman non kafein seperti air dan jus akan membuat rasa rokok di mulut menjadi tidak enak.

“Hal ini menjelaskan mengapa orang yang suka minum kopi senang merokok karena kopi dan rokok memang kombinasi yang cocok, seperti oreo dan susu saja,” kata Joseph McClernon, PhD, profesor dari Department of Psychiatry and Behavioral Sciences at Duke University Medical Center seperti dilansir Health, Minggu (28/2/2010).

Selain faktor makanan, adalagi faktor yang menjelaskan kenapa ada orang yang merokok dan ada yang tidak, yaitu faktor lidah. Tidak semua orang bisa menerima rasa rokok di mulutnya.

Menurut hasil studi, ada beberapa orang yang terlahir untuk tidak suka rasa rokok. Orang yang sering merasakan rasa pahit atau yang masuk kategori ‘bitter taster’ lebih jarang merokok.

Peneliti National Institutes of Health membandingkan subjek partisipan yang punya kemampuan genetik merasakan pahit dengan partisipan yang tidak punya kemampuan tersebut.

Setelah melakukan analisis, ternyata partisipan yang punya kemampuan merasa pahit yang lebih sensitif (bitter taster) sangat jarang yang merokok dibanding partisipan dengan tingkat sensitivitas yang lebih rendah.

Meski pernah merokok, bitter taster lebih mudah berhenti merokok. Kebalikannya, mereka yang tingkat sensitivitas pahitnya rendah sangat mudah kecanduan nikotin. Hasil studi tahun 2001 ini dipublikasikan dalam Addictive Behaviors.

Jadi memang ada beberapa orang di dunia ini yang punya genetik tidak suka rasa rokok menempel di lidahnya. Sekalipun diciptakan rokok dengan rasa yang sangat enak, lidahnya mungkin akan menolak.

Beruntunglah orang-orang yang masuk kategori bitter taster tersebut karena mereka tak perlu susah susah mencari cara untuk berhenti merokok.

(fah/ir)