Ingin Berhenti Merokok? Hindari Minum Kopi

New York, Ngopi sambil merokok memang kegiatan paling nikmat bagi beberapa orang. Tak heran, karena kopi dan rokok adalah pasangan yang cocok, seperti halnya oreo dan susu. Jadi jika ingin berhenti merokok hindari minum kopi.

Jika Anda sedang dalam program berhenti merokok tapi tidak berhasil juga, mungkin itu karena makanan yang Anda makan memicu perasaan ingin merokok lagi dan lagi.

Sebuah studi tahun 2007 yang dipimpin McClernon dari Duke University Medical Center in Nicotine & Tobacco Research menyebutkan bahwa makanan sangat mempengaruhi kebiasaan merokok

Beberapa makanan dapat meningkatkan keinginan merokok dan beberapa lainnya bisa menghentikan kebiasaan merokok. Daging merah, alkohol dan kopi akan meningkatkan rasa enak rokok sedangkan sayuran, buah, susu dan minuman non kafein seperti air dan jus akan membuat rasa rokok di mulut menjadi tidak enak.

“Hal ini menjelaskan mengapa orang yang suka minum kopi senang merokok karena kopi dan rokok memang kombinasi yang cocok, seperti oreo dan susu saja,” kata Joseph McClernon, PhD, profesor dari Department of Psychiatry and Behavioral Sciences at Duke University Medical Center seperti dilansir Health, Minggu (28/2/2010).

Selain faktor makanan, adalagi faktor yang menjelaskan kenapa ada orang yang merokok dan ada yang tidak, yaitu faktor lidah. Tidak semua orang bisa menerima rasa rokok di mulutnya.

Menurut hasil studi, ada beberapa orang yang terlahir untuk tidak suka rasa rokok. Orang yang sering merasakan rasa pahit atau yang masuk kategori ‘bitter taster’ lebih jarang merokok.

Peneliti National Institutes of Health membandingkan subjek partisipan yang punya kemampuan genetik merasakan pahit dengan partisipan yang tidak punya kemampuan tersebut.

Setelah melakukan analisis, ternyata partisipan yang punya kemampuan merasa pahit yang lebih sensitif (bitter taster) sangat jarang yang merokok dibanding partisipan dengan tingkat sensitivitas yang lebih rendah.

Meski pernah merokok, bitter taster lebih mudah berhenti merokok. Kebalikannya, mereka yang tingkat sensitivitas pahitnya rendah sangat mudah kecanduan nikotin. Hasil studi tahun 2001 ini dipublikasikan dalam Addictive Behaviors.

Jadi memang ada beberapa orang di dunia ini yang punya genetik tidak suka rasa rokok menempel di lidahnya. Sekalipun diciptakan rokok dengan rasa yang sangat enak, lidahnya mungkin akan menolak.

Beruntunglah orang-orang yang masuk kategori bitter taster tersebut karena mereka tak perlu susah susah mencari cara untuk berhenti merokok.

(fah/ir)

ROKOK = PETASAN

Ternyata rokok bukan hanya tidak baik buat kesehatan kita. Itu terbukti dengan kejadian yang dialami oleh Adi Susanto di Bekasi. Setelah membeli sebungkus rokok “CM” dalam perjalanan menuju tempat bekerja. Korban yang mengendarai sepeda motor menghisap rokok tersebut. Menurut berita yang penulis baca, rokok pertama dan kedua korban menghisap dengan nikmatnya. Namun kejadian terjadi ketika korban menghisap rokok yang ketiga. Tiba-tiba rokok yang korban hisap meledak tanpa sebab yang jelas, yang menyebabkan helm dan motor korban dipenuhi darah yang keluar dari mulut korban. Saat ini korban sedang menjalani pengobatan di RS Adam Thalib (Cibitung). Korban mendapatkan sekitar 20 jahitan di bagian bibirnya, Dan korban kehilangan 5 gigi bagian depan. Namun ada berita yang sedikit mengobati penderitaan korban, “CM” sebagai produsen rokokĀ  yang membuat korban mengalami kejadian ini telah memberikan ganti rugi sebesar Rp. 5 juta untuk membayar biaya perawatan korban di RS. Sampai berita ini ditulis, pihak korban maupun keluarga belum mengambil keputusan untuk menuntut ganti rugi atau tidak kepada pihak “CM” sebagai produsen yang membuat korban mengalami kejadian ini.

Atas kejadian ini penulis jadi berpikir kenapa tidak ada peraturan untuk setiap produsen rokok untuk menambahkan resiko rokok yang sudah ada sekarang disetiap bungkus rokok menjadi : “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER,SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN, DAN DAPAT MELEDAK DI BIBIR ANDA.”

(MS/DARMANET)